Kegiatan Setelah Shalat Subuh yang Bisa Dilakukan

Topik kita kali ini yakni Kegiatan Setelah Shalat Subuh yang Bisa Dilakukan. Waktu shubuh dan setelahnya memang luar biasa, waktu ketika dua poros bertemu : malas dan rajin. Jika ingin tidur, cepat sekali seseorang tidur pada waktu ini. Begitu pula sebaliknya ketika bertahan untuk tidak tidur, maka semangat melalui hari siap diledakkan.

Ada beberapa waktu yang tidak dianjurkan untuk tidur, di antaranya setelah shubuh dan ashar. Karena itu, hendaknya Anda tidak tidur setelah shalat shubuh kecuali karena sakit atau alasan kuat lainnya.

Kegiatan Setelah Shalat Subuh yang Bisa Dilakukan

Kegiatan Setelah Shalat Subuh yang Bisa Dilakukan

Allah memberikan waktu setelah shubuh ini dengan berbagai fasilitas. Proses pembuangan racun begitu maksimal, sehingga udaranya murni, baik untuk kesehatan apalagi di tengah polusi yang merajalela. Lihatlah embun, percaya atau tidak air dari penyulingan alam inilah yang berkualitas terbaik, begitu murni dan menyegarkan. Kapan lagi ada waktu seperti ini dalam 24 jam hidup Anda?

Kegiatan yang bisa dilakukan pada waktu setelah Shalat Shubuh yaitu

a. Berdiam diri di masjid

Anas bin Malik r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mengerjakan shalat Shubuh dengan berjamaah kemudian duduk berzikir hingga terbit matahari (dan meninggi), kemudian shalat dua rakaat maka baginya seperti pahala haji dan umroh yang ditunaikan dengan sempurna …. dengan sempurna …. dengan sempurna!” (HR. At-Tirmidzi).

Secara medis, doa dan dzikir sendiri memang luar biasa. Tidak hanya sekadar kesehatan mental yang terjamin, tapi juga fisik. Dr. Larry Dossey dalam bukunya The Healing Words telah mendokumentasikan efek penyembuhan dari zikir dan doa. Salah satunya adalah penelitian Dr. Byrd di San Fransisco General Hospital dengan menggunakan subyek 393 pasien jantung kritis.

Guna menjamin validitas, mereka memang tidak berdoa sendiri, tapi didoakan. Pasien dibagi menjadi dua kelompok yaitu :

  • Kelompok A, didoakan dengan menyebut nama hingga masa pemondokan di rumah sakit selesai.
  • Kelompok B, tidak.

Hasilnya memang menakjubkan. Mereka yang didoakan lebih sedikit masa pemondokkannya, dua kali lebih sedikit mengalami kemungkinan terserang gagal jantung kongestif, serta membutuhkan antibiotik seperlima lebih sedikit daripada yang tidak.

b. Melakukan peregangan dan latihan fisik (riyadhah)

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, tetapi di tiap-tiap (seorang mukmin) itu ada kebaikan, maka berkeinginanlah (optimis) kepada apa-apa yang memberi manfaat” (HR. Bukhari)

Hirup udara segar, penuhi kebutuhan oksigen untuk ragamu. Banyak dokter menyarankan olahraga pada saat ini, karena lingkungannya memang lebih membantu dalam memelihara kesehatan dibandingkan waktu lain. Cukup 15 – 30 menit setiap hari, demikian saran mereka. Yang jelas sesuaikan dengan kemampuan diri dan ingat ini bagian dari hak tubuh, tanggung jawab Anda sendiri untuk memeliharanya sehingga kelak Anda tidak tergagap ketika ditanya, “Untuk apa ragamu kau gunakan atau kau rusakkan?” Niatkan semua karena Allah dan tunggulah kedahsyatan hasilnya untuk harimu.

c. Melakukan aktivitas bermanfaat lainnya

Setelah shalat shubuh maka bertebaranlah untuk mencari rejeki. Sebagai pelajar atau mahasiswa waktu setelah shalat shubuh adalah waktu yang sangat bagus untuk menghafal atau belajar yang lain karena saat itu otak masih fresh.

Abu Umamah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang dua orang. Yang satu adalah ahli ibadah dan satunya lagi adalah orang yang berilmu. Maka beliau menjawab, “Kelebihan orang berilmu atas ahli ibadah sama dengan kelebihanku atas orang yang paling hina di antara kalian”.

Setelah itu beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, termasuk pula semut di dalam liangnya, termasuk pula ikan paus, benar-benar bershalawat kepada orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia” (HR. At-Tirmidzi).

Jika Anda seorang yang harus segera berangkat bekerja karena beban nafkah dan kecintaan keluarga, Umar bin Khattab r.a. pernah berkata : ketika saya tertarik kepada seorang laki-laki, saya selalu bertanya, “Apakah ia memiliki pekerjaan?” Bila mereka menjawab : “Tidak!”, maka ia tidak ada artinya lagi di hadapan mataku (Umar).

Abu Abdullah r.a., Rasulullah Saw., menceritakan bahwa Rasul Saw. bersabda, “Dinar (uang) yang baik dari seseorang adalah dinar yang diberikan kepada keluarganya, dan dinar yang diberikan kepada orang yang berkendaraan di jalan Allah, dan dinar yang diberikan kepada sahabatnya di jalan Allah” (H.r. Muslim).

Diceritakan satu ketika Rasulullah SAW shalat shubuh di Masjid Nabawi. Begitu pulang beliau mendapati putrinya (Fatimah) masih tidur. Maka beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kakinya.

Sebagai seorang pedagang, Shakhr al-Ghamidi r.a. memegang nasihat Rasulullah yaitu selalu berangkat (atau mengutus seseorang) untuk membawa dagangannya pada pagi hari maka ia selalu beruntung hingga hartanya berlimpah.

Demikian info tentang Kegiatan Setelah Shalat Subuh yang Bisa Dilakukan semoga bermanfaat.

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.