Manfaat Medis dari Ibadah Wudhu yang Kita Lakukan

Topik kita kali ini yaitu Manfaat Medis dari Ibadah Wudhu yang Kita Lakukan. Pijatan air pada saat membasuk muka ketika wudhu akan memberi efek positif pada usus, ginjal, dan sistem saraf maupun reproduksi. Membasuh kaki kiri berefek positif pada kelenjer pituitary di otak yang mengatur fungsi-fungsi kelenjar endokrin (kelenjar yang bertugas mengatur pengeluaran hormone dan mengendalikan pertumbuhan). Di telinga terdapat ratusan titik biologis yang akan menurunkan tekanan darah dan mengurangi sakit.

Manfaat Medis dari Ibadah Wudhu

Manfaat Medis dari Ibadah Wudhu

Dibandingkan refleksiologi yang hanya berfungsi menyembuhkan, keutamaan wudhu yang lain adalah sangat efektif untuk mencegah masuknya bibit penyakit. Menurut dr. M. Aron Pase, kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi serta mengatur suhu tubuh. Selain itu, kulit berfungsi sebagai eksresi (tempat pembuangan dari zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori), serta media komunikasi antarsel saraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan dan tekanan.

Mengingat demikian besar fungsi kulit, maka kestabilannya begitu bermakna. Kestabilan kulit ditentukan oleh pH (derajat kesamaan) dan kelembaban. Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut. Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lender dan lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga).

Membasuh wajah bisa meremajakan sel-sel kulit muka, dan membantu mencegah munculnya keriput. Berkumur-kumur dalam bersuci berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan (dengan berkumur-kumur atau menyikat gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa disadari telah mencegah infeksi gigi dan mulut.

Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya adalah untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan kuman. Selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan istinsyaq, insya Allah kuman Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), seperti flu dapat dicegah. Bisa dibayangkan, berapa kali lebih banyak kita terserang flu jika tidak ada syariat wudhu?!

Begitu pula dengan pembersihan telinga, sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi kuman.

Wudhu dalam Medis

Dari sudut pandang pengobatan medis, Mukhtar Salem dalam bukunya Prayers : a Sport for the Body and Soul menjelaskan bahwa wudhu juga bisa mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit, terutama pada bagian tubuh yang kadang tidak terlindungi pakaian.

Muka, kepala beserta rambut, hidung, mulut, telinga, tangan hingga siku dan kaki hingga pergelangan semuanya sering terpapar lingkungan luar. Maka, cara paling efektif menjauhkan risiko ini adalah dengan membersihkannya secara rutin lewat berwudhu.

Demikian info tentang Manfaat Medis dari Ibadah Wudhu semoga bermanfaat.

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.