Manfaat secara Medis dari Shalat Subuh

Pada kesempatan ini kami akan ulas berkaitan dengan Inilah Manfaat secara Medis dari Shalat Subuh bagi Tubuh. Secara medis shalat shubuh berhubungan erat dengan Tahajud dan Kortisol. Ia menjadi semacam paket dengan Tahajud untuk mendapat efek kesehatan, mengingat shalat wajib pembuka hari ini tepat berada di penghujung sepertiga malam terakhir.

Manfaat secara Medis dari Shalat Subuh

Manfaat secara Medis dari Shalat Subuh

Dr. Barito Sitompul, Sp. JP, sesuai disiplin keilmuannya, spesialisasi jantung dan pembuluh darah, berhasil menyingkap sisi lain yang tak kalah menakjubkan tentang rahasia medisnya, bahwa shalat shubuh bermanfaat karena mampu mengurangi kecenderungan terjadinya kardiovaskular (sistem jantung dan pembuluh darah).

Puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada pukul 6 pagi sampai 12 siang. Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh. Dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis dan penurunan tegangan saraf parasimpatis.

Tegangan simpatis yang meningkat akan mengakibatkan Anda siap tempur, tekanan darah meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan seterusnya. Sebaliknya, saraf parasimpatis berperan dalam penurunan tekanan darah, pengurangan denyut jantung dan sejenisnya.

Ibaratnya, saat Anda menghadapi bahaya atau tantangan, saat itulah saraf simpatis berperan dominan. Sementara, perut yang penuh dengan makanan, tempat duduk atau tidur yang nyaman, disertai perasaan rileks, maka jelas bahwa parasimpatislah yang berperan.

Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul tiga dini hari) sampai siang itulah secara perlahan tekanan darah berangsur naik, karena terjadi peningkatan adrenalin. Peningkatan adrenalin berefek meningkatkan tekanan darah dan menyempitnya pembuluh darah (efek vasokontriksi) disertai meningkatnya sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sama lain pada sel trombosit agar darah membeku), yang pada akhirnya meningkatkan risiko gangguan pada system kardiovaskular.

Dokter Barito Sitompul menyatakan,”Hal ini terjadi pada semua manusia setiap hari. Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circadian, ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Tuhan kepada manusia”.

Hubungan Shalat Shubuh dengan Kardiovacular

Lalu, apa hubungannya dengan shalat shubuh? Diawali oleh Furchgott dan Zawadsky, yang pada tahun 1980 melakukan penelitian dengan mengeluarkan atau mengerok sekelompok sel sebelah dalam dari dinding pembuluh darah arteri yang sedang diselidikinya. Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu: asetilkolin.

Pada penelitian tersebut terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu. Pembuluh tadi tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin. Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran dan segera diikuti penelitian yang lain di seluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada di dalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan atau melebarkan pembuluh itu.

Akhirnya, zat tersebut ditemukan oleh Ignarro-Murad, dan disebut NO (Nitrik Oksida). Diketahui pula bahwa NO juga berperan mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi sifat agregasi atau sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah Anda. Inilah zat yang mampu menstabilkan efek adrenalin pada sistem kardiovaskular.

Zat NO selalu diproduksi, baik dalam keadaan istirahat ataupun tidur. Produksinya dapat ditingkatkan oleh obat golongan nifedipin, nitrat, atau yang sejenisnya. Meski demikian, ia bisa pula ditingkatkan dengan cara bergerak, dengan berolahraga.

Jadi, kalau bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal ini akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular. Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise yaitu wudhu, diikuti shalat sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke masjid, merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular.

Posisi Sujud dan Rukuk

Selain itu, patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan, posisi ini meningkatkan kekuatan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dokter Barita kemudian menyatakan,”Demikianlah kekuasaan Allah, ciptaan-Nya selalu dalam berpasang-pasangan, siang-malam, panas-dingin, dan NO-anti NO. Sudah sejak awal Islam dating menyerukan shalat shubuh.

Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini. Karena tingkat ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun. Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasih-Nya pada hamba-Nya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian”.

Demikian info tentang Manfaat secara Medis dari Shalat Subuh semoga bermanfaat.

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.