Manfaat Shalat Tahajud dari Segi Medis

Kali ini kami akan bahas mengenai Manfaat Shalat Tahajud dari Segi Medis atau Kedokteran. Sabda Nabi, “Shalat Tahajud dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan, dan menghindarkan dari penyakit”. Berkaitan shalat Tahajud terhadap kesehatan atas medis maka berkaitan juga dengan suatu hormon dalam diri yakni hormon kortisol.

Manfaat Shalat Tahajud dari Segi Medis

Manfaat Shalat Tahajud dari Segi Medis

Apa itu kortisol? Sebuah diskusi pelik pernah terjadi ketika membahas hormon ini. Pasalnya, beberapa ahli dari komersialisasi produk pelangsing mencapnya sebagai “hormon jahat” hanya karena salah satu efeknya yang bisa mengakibatkan kegemukan. Selaku muslim, kita jangan pernah berpikir seperti ini. Tidak mungkin sang Khalik menciptakan sesuatu dengan kesia-siaan, terlebih lagi banyak literatur yang menunjukkan berbagai bukti manfaat kortisol.

Sebagaimana dalam Al-qur’an surat Ali Imron (3) ayat 191, “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”.

Hormon kortisol dikenal sebagai hormon stres karena fungsi utamanya justru untuk menangkal dan mempersiapkan tubuh terhadap stres. Sebuah penelitian pada hewan percobaan menunjukkan bahwa tiadanya hormon ini justru mengakibatkan hewan tersebut tidak layak hidup, sangat rentan dan lemah terhadap berbagai tekanan dari luar.

Boleh jadi hewan itu masih bisa bernapas dan mengatur bagian dalam tubuhnya, tapi terhadap kendali bagian luar atau lingkungan, sangatlah labil.

Kortisol dihasilkan oleh kelenjar di ginjal dengan kontrol dari otak jika stres atau hal yang membuat tubuh memerlukan pelepasan hormon ini terjadi. Fungsinya bermacam-macam, tapi yang utama adalah berkaitan dengan pengaturan pembakaran zat-zat gizi serta penggunaannya, yang lazim disebut metabolisme.

Komponen Utama Metabolisme

Berbicara tentang metabolisme, tidak lepas dari 3 (tiga) komponen utama, yakni zat gula atau karbohidrat yang banyak terdapat pada nasi serta makanan pokok, kemudian lemak atau lipid pada daging, serta protein. Dari ketiga zat ini, kortisol lebih berperan dalam metabolisme karbohidrat, yakni mempercepat pelepasan glukosa (komponen karbohidrat) ke darah untuk menjamin tersedianya energi untuk menghadapi beban dari luar.

Sementara terhadap kedua zat gizi lainnya, kortisol membantu proses perubahan zat tersebut menjadi glukosa yang dalam istilah kedokteran dikenal sebagai glukoneogenesis. Di antaranya terhadap lemak, maka banyak cadangan lemak yang dilepaskan dari jaringannya untuk kemudian diubah menjadi glukosa.

Demikian pula terhadap protein, akan banyak protein dari berbagai jaringan semisal otot dsb, kecuali protein pada hati, dilepaskan untuk kemudian diubah lagi menjadi glukosa.

Protein merupakan pembentuk sel-sel pertahanan tubuh, ketika fokusnya diarahkan untuk mengubah protein menjadi zat gula, maka aka nada penekanan terhadap perubahan protein ke zat fungsional lainnya. Secara ringkas, Ganner dalam Biokimia Harper menyatakan bahwa kortisol menekan sistem imun (pertahanan) tubuh, mengakibatkan seseorang rentan terhadap penyakit.

Hormon Kortisol

Jadi, memang berbahayakah kortisol? Seperti telah disebutkan di atas, Anda hendaknya jangan berpikir negatif terlebih dahulu. Allah selaku penciptanya tentu telah memberikan semuanya agar berjalan lebih ideal. Jika ada kerusakan atau kesempurnaan, maka tangan manusialah sebenarnya yang menyebabkannya.

Kortisol dikeluarkan dari kelenjarnya dengan stimulasi otak secara periodik, sehingga membentuk suatu irama ritmis dengan puncak dan lembah tiap harinya. Irama itu dikenal dengan “Irama Sirkadian”. Coba lihat gambar-gambar terkait irama sirkadian. Tampak bahwa kapan saat tertinggi hormon kortisol dikeluarkan dan kapan ia mencapai kadar terendah.

Pada gambar-gambar irama sirkadian terlihat bahwa kadar tertinggi kortisol dicapai setelah tengah malam (dini hari) hingga siang hari. Inilah hikmah persiapan fisik tiap individu yang secara naluriah memang akan mengalami banyak tekanan. Baik tekanan alami maupun tekanan dari sesama insan, sehingga Sang Pencipta yang Maha Penyayang telah menyiapkan Anda menghadapi beban itu.

Demikian info tentang Manfaat Shalat Tahajud dari Segi Medis semoga bermanfaat.

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.