Nikmat Iman yang Menyehatkan

Pembahasan kita kali ini adalah nikmat iman yang menyehatkan. Allah Swt. berfirman, Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang­-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka … (QS Al­Taubah [9]: 111).

Nikmat Iman yang Menyehatkan

Nikmat Iman yang Menyehatkan

Ada dua konotasi dalam ayat ini.

Orang mukmin sangat berharga

Allah Swt. membeli orang mukmin yang berarti bahwa orang mukmin sangat berharga, karena tidak ada sesuatu pun yang dibeli oleh siapa pun, kecuali barang itu memiliki nilai di hadapan pembelinya. Allah Swt. berfirman dalam QS Ali ‘Imran [3]: 139 yang artinya:

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (kedudukannya di hadapan Allah), jika kamu beriman.” Demikian tingginya nilai orang mukmin, Allah Swt. pun menukarnya dengan sesuatu bernilai tinggi pula, yaitu surga.

Setiap barang yang dibeli takkan ditelantarkan

Jika kita membeli sesuatu, tentu kita akan merawat dan menjaga barang tersebut sebaik mungkin. Dalam hal ini, Allah Swt. akan menjaga dan memelihara orang mukmin sebaik­-baiknya sehingga menjadi tetap berharga. Allah Swt. pun melakukan segala upaya, antara lain:

  • Allah Swt. memberikan pelajaran­-pelajaran tentang cara memelihara kehidupan sebaik mungkin.
  • Allah Swt. menunjukkan tugas-­tugas orang mukmin sehingga dengan petunjuk itu setiap mukmin mampu memahami fungsinya, yaitu memelihara alam semesta.
  • Melalui Rasul­Nya, Allah Swt. memberikan berita gembira atas kesediaan orang mukmin menjalani petunjuk­petunjuk­Nya. Dan memberikan ancaman bagi orang­-orang kafir atas pengingkaran terhadap kebenaran yang nyata.

Jika ketaatan atas segala petunjuk Allah Swt. itu dimanifestasikan dengan benar, orang mukmin akan diberikan berbagai nikmat yang besar, yang tidak diberikan kepada orang kafir. Nikmat itulah yang sering kita sebut nikmat iman. Kebanyakan orang mendambakan nikmat panjang umur dalam keadaan sehat. Namun, bagi orang mukmin, nikmat iman ternyata jauh lebih lezat dan manis dibandingkan nikmat lainnya.

Apakah iman membawa nikmat dan bagaimana nikmat iman itu sampai sedemikian layak disyukuri?

Inti dari iman adalah meyakini kekuasaan Allah Swt. yang tak terbatas dengan meyakini adanya kekuatan mahadahsyat yang mengatur alam semesta beserta isinya. Kemudian, meyakini bahwa semua yang datang dari Rasulullah Saw. adalah petunjuk­petunjuk yang mutlak benar dan harus kita patuhi, taati, dan terapkan dalam kehidupan sehari­hari.

Kekuatan Iman

Keyakinan menimbulkan rasa percaya diri dan memberi kekuatan yang sangat dahsyat bagi usaha untuk mewujudkan cita-­cita hidup. Belakangan, referensi ilmiah orang barat meyakini adanya kekuatan pikiran (mind power) sebagai kekuatan yang bisa menjadi magnet untuk menggerakkan hal­-hal positif maupun negatif atas diri seseorang. Beberapa buku referensi juga mengungkap rahasia kekuatan pikiran itu.

Apa yang diungkap oleh buku itu bukan sesuatu yang baru, bahkan bagi kaum solihin ada yang jauh lebih kuat dan dahsyat, yaitu kekuatan iman. Kekuatan iman sangat menjanjikan kenikmatan-­kenikmatan besar bagi yang ingin mengoptimalkannya. Karena itulah, sering disebut sebagai nikmat iman. Iman yang terpelihara akan memberikan nikmat kepada kita berupa.

Tuntunan Kehidupan

Dengan keimanan kepada Allah Swt. dan Rasul­Nya, seseorang akan memiliki peta kehidupan (roadmap). Dalam buku The Seven Habits of Highly Effective People, Stephen R. Covey meyakini “peta kehidupan” sebagai paradigma kehidupan. Ibarat melakukan perjalanan ke suatu tempat yang asing, sedangkan kita tidak memiliki peta dan kamus bahasa daerah setempat, kita akan kesulitan dalam menempuh perjalanan.

Iman adalah paradigma hidup yang dilengkapi kamus kehidupan tentang yes or no yang dapat menolong kita di saat sulit dan menyelamatkan kita dari kehancuran hati dan karakter. Dengan iman, kita mampu mengarungi bahtera kehidupan dengan penuh keyakinan. Dengan iman pula, kita bisa menjalankan tugas, mengatur tujuan, dan menikmati hidup dengan cara yang efektif.

Pengendalian dalam Iman

Dengan iman, kita bisa hidup teratur dan menikmati keteraturan hidup karena dalam iman ada larangan dan anjuran, ada yang boleh dan ada yang tidak boleh. Bayangkan, jika semua yang kita kehendaki diperbolehkan, yang terjadi adalah kekacauan karena setiap orang merasa berhak untuk memiliki semua yang dia inginkan. Sementara, sebagian yang diinginkannya adalah milik orang lain.

Pengendalian dalam iman memberikan kenikmatan tersendiri bagi kita karena bisa menyelamatkan kita dari kehancuran karakter akibat perbuatan yang merugikan orang lain. Nikmat pengendalian jugalah yang menyebabkan kita mau menabung demi masa depan, mau beramal untuk akhirat, dan mau menolong orang lain. Kita menyadari bahwa kelonggaran tidak akan selalu berpihak kepada kita. Hari ini banyak orang yang membutuhkan kita, tetapi bisa jadi esok hari, kita yang membutuhkan orang lain.

Harapan Masa Depan

Dengan iman, kita memiliki harapan tentang masa depan. Dengan iman, seseorang memiliki semangat di kala menghadapi musibah dan kesulitan. Karena dengan iman, kita meyakini adanya hari pembalasan. Dengan iman, kita juga meyakini bahwa Allah Swt. selalu melihat kita, memberikan kemudahan setelah kita mengalami kesulitan, dan mengetahui kemampuan kita dalam menyelesaikan masalah kehidupan. Hal ini tidak akan dirasakan oleh orang yang tidak beriman.

Ketenangan dalam Kehidupan

Dengan iman, kita akan menyadari bahwa tidak ada satu masalah pun yang terlepas dari kendali Allah Swt. Sebagai orang yang meyakini kemurahan­Nya, kita tidak akan pernah khawatir tentang pasang surut kehidupan kita. Ketenangan ini yang membuat orang mukmin tidak pernah merasa ingin bunuh diri jika menghadapi jalan buntu.

Banyak di antara kita yang mengaku dirinya sebagai orang mukmin, tetapi belum mereguk nikmat iman. Oleh karena itu, mereka pun menjadi mudah putus asa, kehilangan a rah, tidak mampu mengendalikan diri, dan galau. Mari, kita rasakan dan manfaatkan nikmat iman dengan senantiasa menebalkan keyakinan kita atas kebesaran dan kebenaran Allah Swt. serta ketulusan Rasulullah Saw.

Cara Mereguk Nikmatnya Iman

Memperbanyak zikir, baik secara lisan maupun dengan hati, serta menanamkan rasa cinta kita kepada Rasulullah Saw, beserta keluarganya dan juga kepada para salafus shalih adalah beberapa cara mereguk nikmat iman. Berikut ini adalah beberapa cara mereguk nikmat iman yang dianjurkan.

  • Membaca zikir sambil menghayati makna yang terkandung di dalamnya.
  • Membaca Al­-Quran secara rutin disertai pemahaman maknanya.
  • Menjadikan Al­-Quran sebagai referensi utama dalam menghadapi segala persoalan hidup.
  • Mewarisi sifat­-sifat Allah Swt. dengan berusaha mengamalkan segala sifat­-sifat-­Nya dalam kehidupan sehari­hari.
  • Selalu mengaitkan segala aktivitas dengan misi kita sebagai khalifah Allah Swt. di muka bumi.
  • Belajar untuk terus meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah Saw., keluarganya, dan para salafus shalih. Mengaitkan hati kita dengan mereka, insya Allah, akan menguatkan keimanan kita.

Dengan selalu mengingat Allah Swt. akan menyebabkan otak kita memancarkan gelombang theta. Gelombang ini akan menimbulkan rasa tenang dan kebahagiaan mendalam, yang tak dapat digambarkan dengan kata­-kata. Ketenangan akan memperbaiki regulasi hormonal kita dan regulasi hormonal yang baik akan meningkatkan kesehatan kita. Adapun menumbuhkan dan memelihara kecintaan kepada Rasulullah Saw., keluarganya, dan para salafus shalih akan memberikan inspirasi yang tidak ada habisnya tentang tuntunan keimanan dan keislaman kita.

Demikian info seputar nikmat iman yang menyehatkan, kami harap postingan ini membantu kalian. Kami berharap postingan ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.