Dzikir kepada Allah Bikin Hidup Lebih Hidup

Ada 13 sarana yang bisa kita jadikan sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Salah satunya yaitu dzikir kepada Allah Tuhan Semesta Alam. Selain itu sarana lain seperti :

  • shalat,
  • zakat-infaq-sedekah,
  • puasa,
  • haji,
  • tilawatul qur’an,
  • tafakkur alam,
  • dan seterusnya.

(Al-Mustakhlash fi Tazkiyatil Anfus karya Sa’id Hawwa ra)

Dzikir

Bikin Hidup Lebih Hidup

Walaupun demikian, kita masih sering merasakan adanya kekeringan jiwa / ruhani. Sebab kita memang jarang mengalirinya dengan siraman-siraman ruhani berupa berbagai sarana di atas. Istilah kita jarang mences-ulang (recharge) accu / baterai ruhani dengan sarana-sarana islamiyyah tersebut tadi.

Alasan yang sering kita kemukakan biasanya sama dan klasik. Yaitu kita sibuk dan repot atau susah mengatur dan memperoleh waktu senggang untuk menyiram dan men-cesnya.

Kadangkala, jika sedang berkumpul dengan sesama aktivis ilmu, kita ingat bahwa ruhani kita sedang kekeringan. Tapi begitu keluar dari majelis ilmu, kita kembali lagi jadi manusia-manusia yang ‘sibuk’.

Kita harus ingat bahwa sesibuk apapun tidaklah berarti kita meninggalkan siraman dan pengecasan ruhani. Mari kita renungkan bersama firman Allah SWT. dalam surah Al-Muzzammil ayat 20.

Ayat tersebut menjelaskan berbagai hal. Yakni meskipun tahu kesibukan kita, Allah SWT tetap memerintahkan kepada kita untuk :

  1. Membaca al-Qur’an (bahkan sampai diulang-Nya 2 kali) sesuai dengan kemudahan kita;
  2. Mendirikan shalat;
  3. Membayar zakat;
  4. Memberi pinjaman yang baik kepada Allah SWT berupa sedekah dan semacamnya; serta
  5. Memperbanyak dzikir dan

Artinya, betapapun kesibukan yang melanda, kita tak boleh melupakan tugas menyirami ruhani. Dan juga menchargenya dengan berbagai sarana yang ada di atas.

Cara Mencharger Ruhani

Ada banyak cara yang ditawarkan oleh Islam agar kita tetap bisa mendapatkan kesempatan melakukan siraman dan penchargeran ruhani kita. Di antaranya adalah sebagai berikut :

Pertama, kita harus men-split waktu-waktu yang kita miliki agar muncul menjadi berbagai macam saat. Sehingga dihadapan kita akan muncul sederet waktu yang dapat kita daya gunakan.

Pada suatu saat seorang shahabat yang bernama Hanzhalah bertemu Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu (r.a.). Begitu bertemu Abu Bakar, Hanzhalah berkata, “Nafaqa Hanzhalah!” (Hanzhalah jadi munafik).

Mendengar pernyataan tersebut Abu Bakar r.a. kaget, kemudian berkata: “Kenapa?”

Hanzhalah berkata, “Jika berada di majelis Nabi SAW, seakan kita melihat dengan kepala kita sendiri bagaimana suasana surga dan neraka. Namun, begitu bertemu anak-anak, kita lupa semua yang kita rasakan tadi”.

Mendengar penjelasan Hanzhalah tersebut, Abu Bakar menjawab, “Jika begitu sama dengan saya!”.

Singkat cerita, keduanya ini mendatangi Nabi Saw. setelah keduanya menceritakan apa yang dirasakannya. Maka, Nabi Saw. menjawab, “ … namun sa-‘ah wa sa-‘ah”. Maksudnya yaitu bagilah (split-lah) waktumu supaya ada saat untuk ini, dan ada saat untuk itu.

(H.R. Bukhari).

Kedua, kita harus pandai memanfaatkan “serpihan­serpihan” waktu yang kita miliki dan mendayagunakannya untuk  melakukan penyiraman  dan penchargeran ruhani kita. Pada suatu hari Rasulullah Saw. memperingatkan bahaya memaksakan diri sendiri untuk memperbanyak ibadah. Beliau bersabda :

Ketiga, kita harus pandai-pandai membuat diversifikasi acara (keragaman acara) agar tidak cepat bosan. Ingatlah bahwa :

Semoga Allah SWT memberikan taufik, bimbingan, dan kekuatan kepada kita untuk istiqamah di atas jalan agama-Nya, amin.

Jika kita berhasil menggabungkan rileks dan enjoy ketika beraktivitas. Selain itu dengan disertai kecerdasan men-split waktu untuk manfaat dunia dan akhirat. Maka tak terbayangkan ketenangan jiwa kita.

Penelitian tentang Zikir

Berikut beberapa penelitian mengenai pengaruh dzikir kepada allah dengan kesehatan :

Van Der Hoven

Van Der Hoven merupakan seorang psikolog Belanda non-Muslim. Ia mengungkapkan hasil penelitiannya mengenai pengaruh membaca al-Qur’an dan mengulangi kata-kata dzikir “ALLAH”. Penelitian ini dilakukan baik pada seorang pasien maupun orang sehat.

Penelitian ini dilakukan selama 3 tahun terhadap Muslim dan non-Muslim. Di antara subjek penelitian ini ada yang dapat berbahasa Arab ada juga yang tidak. Namun, semua dilatih membaca kata ALLAH dengan jelas.

Hasilnya luar biasa terutama bagi mereka yang mengalami kesedihan atau tekanan jiwa. Seorang yang membaca al-Qur’an secara reguler bisa melindungi diri dari penyakit kejiwaan.

Dalam laporan penelitiannya disebutkan bahwa dengan mengucapkan huruf­-huruf A-L-L-A-H dengan benar maka akan ada dampaknya yaitu :

  • Huruf A : akan berdampak bisa melepaskan diri dari penyakit pernapasan.
  • Huruf dobel L : yang dibacakan sesuai logat Arab yang benar akan menimbulkan perasaan istirahat dan rileks.
  • Huruf H : akan berdampaka bisa menciptakan kontak antara hati dan alat pernapasan akan bisa menjaga dari penyakit jantung.
Karima Burns

Selain itu, Karima Burns dalam artikelnya “Health Benefits of Saying Alhamdulillah”. Beliau menyatakan bahwa sekadar mengatakan dzikir “Alhamdulillah” saja memberikan stimulus pada otak untuk bersikap lebih tenang, dan bijak.

Selain itu juga dapat merasakan semuanya begitu nikmat, ringan, serta menyenangkan. Apalagi jika ditambah kalimat thayyibah yang lain. Misalnya dzikir :

  • “insya Allah” ketika berjanji (daripada: oke deh!),
  • “Subhanallah” ketika menjumpai hal menakjubkan (daripada: wow!),
  • “Allahu Akbar” saat menjumpai tantangan dalam kehidupan (daripada: semangat!),
  • dll.

Secara kodrati, kata-kata ini semua menunjukkan bahwa kita diciptakan dengan perlengkapan yang memudahkan diri untuk berzikir setiap saat. Semua kalimat thayyibah tersebut adalah dzikir yang ringan, namun bisa memberatkan timbangan amal kita di akhirat kelak. Enak bukan, sudah menyehatkan, berpahala pula!

Bacaan Zikir

Dzikir yang lain? Banyak!







Kita dapat melantunkan beberapa dzikir di atas dengan lisan atau dalam hati. Dilantunkan baik saat mengerjakan tugas, menulis, maupun berjalan. Inilah kecerdasan dalam memanfaatkan split waktu. Sebab, sesungguhnya Allah memang sudah menciptakan manusia dan otaknya, dengan segala potensi luar biasa. Yang bila diabaikan potensi itu termatikan.

Manfaat Zikir

Coba diingat, saat berjalan dan sedang tak ada masalah, otak kita tak kosong, bukan?! Ya, kita pasti memikirkan sesuatu. Kadang berguna dan kadang hanya menambah beban pikiran saja.

Itulah potensi! Psikologi otak secara umum bisa berkonsentrasi pada lebih dari 1 hal dalam 1 waktu. Hanya saja memang salah satunya tak terlalu terfokus. Maka, daripada kita melamun waktu berjalan atau melakukan aktivitas lainnya, lebih baik diisi dengan dzikir dan doa. Apalagi efek medis zikir dan doa telah nyata terlihat.

Abu Musa al-Asy’ariy r.a. berkata bahwa Rasul Saw. bersabda,

“Orang yang berdzikir mengingat Allah dengan yang tidak diumpamakan seperti orang yang hidup dengan orang yang mati” (HR.  Bukhari).

Dzikir dan doa memiliki manfaat seperti bisa :

  • mempercepat proses penyembuhan bagi yang sakit
  • menjaga stabilitas yang berefek untuk meningkatkan citra diri.

Belum lagi, bila kita berbicara mengenai hak Allah. Rasulullah Saw. saja masih mengaku sering lalai. Seperti beliau sabdakan,

“Sesungguhnya hatiku dalam kelalaian. Karena itulah aku beristighfar kepada Allah 100x dalam sehari.” (HR. Muslim).

Lantas, bagaimana dengan kita? Rabb Maha Pengampun. Hanya sayangnya, hamba-Nya yang banyak berbuat salah itu sering lupa memohon ampun dengan beristighfar.

Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda adalah seorang Hamba berbuat dosa. Lalu berkata, “Duhai Rabbi aku sudah berbuat dosa. Ampunilah aku!” Rabb-nya menjawab, “Hamba-Ku tahu bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan memberi siksa, (karenanya) Kuampuni ia”.

Lantas masa berlalu. Kemudian orang tadi berbuat dosa lagi. Dia berkata, “Duhai Rabbi, aku sudah berdosa lagi. Ampunilah aku!” Rabb-nya menjawab, “Hamba-Ku tahu bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan memberi siksa, (karenanya) Kuampuni ia”.

Kemudian masa berlalu. Dan orang tadi berbuat dosa lagi. Dia berkata, “Duhai Rabbi, aku sudah berdosa lagi. Ampunilah aku!” Rabb­nya menjawab, “Hamba-Ku tahu bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan memberi siksa. Dia kuampuni untuk yang ketiga kalinya. Berikutnya, terserah padanya untuk melakukan apa saja”.

(HR. Bukhari dan Muslim)

Istighfar

Dalam kitab Tazkiyatun Nafs dijelaskan bahwa maksud hadis di atas yaitu bila si hamba selalu dalam keadaan demikian. Beristighfar tiap kali berbuat dosa. Yakni dzikir istighfar yang tak disertai dengan ishrar. Ishrar yaitu terus menerus dalam melakukan dosa.

Itulah dzikir Istighfar, penawar segala dosa, berikut beberapa hadist terkait :

  • Aisyah r.a. berkata, “Berbahagialah bagi orang-orang yang memiliki catatan amal yang dipenuhi dengan istighfar”.
  • Qatadah r.a. berkata, “Al-Qur’an menunjukkan pada kita mengenai penyakit yang dapat menimpa kita dan penawarnya. Penyakit itu yaitu dosa, adapun penawarnya yakni istighfar”.
  • Ali r.a. berkata, “Allah tak akan memberikan ilham istighfar pada setiap hamba yang akan diazab oleh-Nya”.


Selalu Dzikir kepada Allah

Oleh sebab itu, mari kita manfaatkan waktu dengan sebaik­baiknya! Kecerdasan mental merupakan awal dari segalanya. Mental yang cerdas dimulai dari sikap tenang terhadap beban dan stres. Sikap tenang dimulai dari kedekatan kita pada Sang Pencipta. Kedekatan pada Sang Pencipta sendiri dibangun lewat dzikir dan doa.

Sekali lagi, Allah tahu kita sibuk. Namun karena saying Allah SWT pada hamba-hamba-Nya, Dia tetap memerintahkan kita untuk :

  • berzikir,
  • shalat,
  • zakat,
  • membaca al-Qur’an,
  • dll.

Sebab, sesungguhnya ini semua adalah

  • kebutuhan pribadi kita;
  • kebutuhan dalam menjaga stabilitas jiwa dan raga.

Baca juga : Tiga Fase Mekanisme Terjadinya Stres

Sekian informasi terkait dengan Dzikir kepada Allah bikin hidup lebih hidup, kami harap postingan ini mencerahkan kawan-kawan semua. Kami berharap artikel zikir bikin hidup lebih hidup ini diviralkan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi : Super Health, dr. Egha Zainur Ramdhani

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Herbal

About Herbal Natural Ramuan Herbal Suplemen Tumbuhan Herbal

Info

Anak Lansia Pria Wanita

Pola Hidup

Gaya Hidup Lain Kelola Stress Nutrisi Sehat Olahraga Tidur Sehat

Program Sehat

Detoks Diet Hamil Sehat Panjang Umur
Jenis Kesehatan Dasar Manusia
Peluang Bisnis MSI 2022 Modal Ringan Income Menjanjikan
Program Reseller Eksklusif Modal jadi Healthpreneur
Peluang Bisnis Synergy WorldWide Raih Kesehatan Finansial
Ekskresi Imunitas Indra Kardiovaskular Pencernaan Pernapasan Reproduksi Sistem Lainnya
Mengenal Sistem Organ Tubuh yang Harus Dijaga Kesehatannya

Hypnotherapy

Hipnosis Hypnodontia NLP

Smart Healing

Smart Behaviour Smart Doa Smart Eating Smart Environtment Smart Ibadah Smart Medicine

Terapi Alternatif

Terapi Air Mata Terapi Hening Terapi Herbal Terapi Medipic Terapi Musik

Terapi Medis

Fisioterapi Terapi Medis Lain Terapi Okupasi Terapi Wicara